Kec. Pagentan, Kab. Banjarnegara
Prov. Jawa Tengah
081392643165
Metawana2008@gmail.com
Pagentan, 11 Februari 2026 – Pemerintah Kecamatan Pagentan menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral Bidang Kesehatan pada hari Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Aula Kecamatan Pagentan. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga 13.00 WIB ini dihadiri oleh unsur Forkopimcam serta berbagai pemangku kepentingan di tingkat kecamatan, termasuk Pemerintah Desa Metawana yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Hadir dalam kegiatan ini Danramil Pagentan, Kapolsek Pagentan, Korwilcam Dindikpora, Kepala Pendais, Kepala KUA, Ketua TP PKK Kecamatan, serta Kepala Desa se-Kecamatan Pagentan atau yang mewakili.
Lokakarya ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan di wilayah kerja, saling mengenal peran dan fungsi masing-masing sektor, menyamakan ekspektasi, serta membangun pola komunikasi dan koordinasi lintas sektor yang lebih efektif.
Dalam forum tersebut, dibahas lima permasalahan kesehatan utama yang menjadi isu prioritas di wilayah Kecamatan Pagentan, yaitu:
Tuberkulosis (TBC)
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Stunting
Linawek (Persalinan Dewek/persalinan tanpa tenaga kesehatan)
Kehamilan Remaja
Kelima permasalahan tersebut dinilai memerlukan perhatian dan penanganan serius melalui kolaborasi lintas sektor.
Selain melakukan analisis situasi terhadap masing-masing permasalahan—meliputi faktor penyebab, kondisi lapangan, serta tantangan yang dihadapi—peserta lokakarya juga membahas analisis pemecahan masalah dari setiap isu kesehatan tersebut.
Untuk penanganan TBC, ditekankan pentingnya peningkatan deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta dukungan lingkungan dan keluarga bagi penderita. Dalam upaya pengendalian DBD, disoroti perlunya gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Permasalahan stunting dibahas melalui pendekatan terpadu, mulai dari perbaikan gizi, edukasi ibu hamil dan balita, hingga intervensi lintas sektor melalui dukungan desa dan TP PKK. Sementara itu, kasus linawek menjadi perhatian khusus dengan penekanan pada pentingnya persalinan di fasilitas kesehatan dan peningkatan edukasi kepada ibu hamil.
Adapun terkait kehamilan remaja, forum membahas pentingnya edukasi kesehatan reproduksi, penguatan peran keluarga, lembaga pendidikan, serta tokoh agama dalam memberikan pendampingan dan pembinaan kepada remaja.
Pada akhir sesi, disusun 8 draft kesepakatan bersama yang kemudian disepakati dan disetujui oleh seluruh peserta. Sebagai bentuk deklarasi dan komitmen bersama, selanjutnya dilakukan penandatanganan pada sebuah banner oleh seluruh tamu undangan yang hadir.
Penandatanganan tersebut menjadi simbol nyata komitmen lintas sektor dalam mendukung dan melaksanakan program-program kesehatan secara sinergis di wilayah Kecamatan Pagentan.
Keikutsertaan Desa Metawana dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Desa dalam mendukung program kesehatan serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dengan adanya lokakarya ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin solid dan berkelanjutan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Kirim Komentar